Home Traveling Mendaki dan Melihat Langsung Sisa-Sisa Letusan Gunung Krakatau

Mendaki dan Melihat Langsung Sisa-Sisa Letusan Gunung Krakatau

Berjam-Jam Memandangi Sisa Letusan Dahsyat

Mendaki Gunung Anak Krakatau: Melihat Langsung Sisa-Sisa Letusan Gunung Krakatau – Letusan Gunung Krakatau yang amat dahsyat mengakibatkan tsunami, kehancuran di daerah sekitarnya, dan korban jiwa.

Tercatat dalam sejarah, Gunung Krakatau telah meletus beberapa kali dan kemudian menyisakan bekas dalam bentuk empat gugusan pulau; Pulau Rakatau, Sertung, Panjang dan Gunung Anak Krakatau.

Pada libur Lebaran 2018 silam, aku beserta rombongan open trip berkesempatan untuk mendaki Gunung Anak Krakatau dan melihat langsung sisa-sisa letusan Gunung Krakatau lebih dari seabad silam.

Tentang Gunung Krakatau: Dahsyatnya Letusan dan ‘Lahirnya’ Gunung Anak Krakatau

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 4

Letusan dahsyat Gunung Krakatau menghancurkan sepertiga badan gunung api Perboewatan dan Danan serta mengakibatkan tsunami setinggi 36 meter dan merenggut 36.000 nyawa.

Menurut data yang dikutip dari LiveScience, letusan gunung ini juga sedikit banyak mempengaruhi iklim dan menurunkan suhu global.

Dikutip dari History yang dilansir dari BBC Indonesia, awal letusan Krakatau pada 1883 diawali tanggal 20 Mei 1883.

Saat itu gemuruh letusan mulai terdengar, getaran mulai terasa, dan materi vulkanik mulai menyembur keluar. Padahal sebelumnya, tak ada aktivitas vulkanik dalam 200 tahun.

Letusan demi letusan pun mulai terjadi secara berkala hingga pada tanggal 26-27 Agustus 1883, letusan terbesar terjadi dan menyebabkan bencana mengerikan.

Letusan terakhirnya mengeluarkan suara paling keras yang pernah tercatat di bumi dan paling mematikan dalam sejarah modern.

Ratusan desa di Jawa dan Sumatera pun hancur diterjang tsunami, dan bongkahan terumbu karang seberat 600 ton bahkan sampai muncul ke permukaan.

Pada tahun 1927, gunung api dari kaldera purba yang masih aktif kemudian muncul ke permukaan. Pertumbuhan gunung tersebut setiap bulannya bertambah setinggi 20 inci.

Gunung api itu pun kemudian disebut dengan Gunung Anak Krakatau dan dilestarikan dengan nama Cagar Alam Krakatau, menjadi salah satu destinasi favorit di Lampung Selatan.

Letusan terakhir Gunung Krakatau terjadi baru-baru ini, tepatnya tanggal 22 Desember‎ ‎2018, menyebabkan gelombang tsunami dan merenggut korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya.


Perjalanan Mendaki Gunung Anak Krakatau dan Melihat Langsung Sisa Letusan Gunung Krakatau

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 2

Setelah menjelajahi beberapa keindahan destinasi alam di Lampung Selatan yakni Pulau Sebuku, Pulau Sebesi, dan Pulau Umang-Umang, suatu subuh jam 2 di hari terakhir rangkaian open trip ini, kami dibangunkan dan diajak untuk mendaki Gunung Anak Krakatau.

Kami dihimbau untuk bersiap-siap sembari menunggu perahu yang akan kami tumpangi dipersiapkan untuk pelayaran yang lumayan panjang.

Karena udara laut subuh itu begitu dingin, kami semua dihimbau untuk duduk di kabin perahu yang amat sempit.

Sudah barang tentu kalau puluhan orang di dalam kabin yang terhitung sempit membuat suasana amat tidak nyaman. Kebetulan, mayoritas di antara kami punya tidur yang kurang cukup, dan tentu tidak cukup ruang untuk merebahkan badan.

Berangkat dari Pulau Sebesi sekitar jam 4 pagi, kami pun tiba di Pulau Gunung Anak Krakatau tepat pukul 6.30 WIB.

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 1

Begitu tiba, kami segera di arahkan ke tempat berteduh di pinggir pantai yang pasirnya hitam gelap untuk sarapan dan beristirahat sebelum pendakian Gunung Anak Krakatau dimulai.

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 10

Setelah itu, kami pun di-brief dan kemudian dipandu untuk menyusuri jalur pendakian. Dan pendakian pun dimulai.

Seperti yang sebelumnya kami duga, tak banyak pepohonan di sepanjang jalur pendakian. Kami hanya melewati hutan kecil yang tersisa sebelum akhirnya bertemu dengan jalur menanjak dengan sisa bongkahan Gunung Krakatau yang mengumbul di ujung pandangan.

Dengan mendaki santai, sekitar 20 menit sebenarnya kita sudah bisa tiba di batas pendakian Gunung Anak Krakatau. Lumayan cepat, kan? Sebenarnya lebih ke arah trekking dibandingkan hiking.

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 3

Di sepanjang tanjakan ini hanya tersisa bebatuan dan pasir, vegetasi pun sudah langka ditemukan di sekitarnya.

Setelah 20 menit mendaki Gunung Anak Krakatau, akhirnya kami semua tiba di batas pendakian.

Kita tidak diperbolehkan untuk mendaki melebihi batas pendakian yang ditentukan, tentu saja karena alasan keamanan berhubung karena tingginya aktivitas vulkanik di dalamnya.

Gunung Anak Krakatau masih aktif hingga sekarang. Untuk mendekati puncaknya, dari titik batas pendakian kita harus berjalan turun ke lembahnya dan kembali harus mendaki tubuh gunung tersebut.

Namun, demi keselamatan, sebaiknya tetap berada di batas pendakian saja sembari melihat pemandangan sekitarnya.

Gugusan sisa-sisa Gunung Krakatau yang telah meletus dahsyat bisa kita lihat berupa Pulau Panjang/Sertung dan Pulau Rakatau di kejauhan.

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 11
Pulau Panjang di kejauhan

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 5
Pulau Gunung Rakatau yang menjulang tinggi nan gagah

Di titik ini, banyak sekali spot berfoto dengan latar belakang yang luar biasa indah. Tak ada kelompok yang tidak berpuas-puas berfoto mengabadikan momen.

Begitu juga dengan aku dan tiga teman seperjalanan, berpose di hadapan Gunung Anak Krakatau.

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 12
Berpose di hadapan Gunung Anak Krakatau

Beberapa jam menikmati pemandangan sekitar, asik mengabadikan momen, akhirnya kami pun diajak untuk turun dan pulang ke Pulau Sebesi.

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 6

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 7

Sepanjang perjalanan turun, kami tetap disuguhkan dengan pemandangan alam yang luar biasa indah.

Maka tak heran bila banyak orang di antara rombongan jadi lebih sering berhenti di sepanjang perjalanan untuk berfoto.


Peta Lokasi Gunung Krakatau dan Gugusan Pulau Sisa-Sisa Letusannya

Rute yang Harus Dituju Bila Hendak Mendaki Gunung Anak Krakatau

Saat mengunjunginya, kebetulan aku berangkat dari Jakarta. Dari Jakarta, tepatnya Slipi Jaya, kami menumpang bus ke meeting point rombongan open trip yakni Pelabuhan Merak, Banten.

Dari situ, kami menumpang kapal ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Setibanya di sana, kami pun segera menuju ke Dermaga Canti untuk menyeberang menuju Pulau Sebesi.

Dari Pulau Sebesi, memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam untuk bisa tiba di Gunung Anak Krakatau.

Jadi, kalau dari Jakarta:

Jakarta → Pelabuhan Merak → Pelabuhan Bakauheni → Dermaga Canti → Pulau Sebesi → Gunung Anak Krakatau

Di sepanjang perjalanan dari Pulau Sebesi, kita akan disuguhkan dengan pemandangan laut dan pulau-pulau keren.

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 8

Hingga dari kejauhan, perlahan kita sudah bisa melihat puncak Gunung Krakatau mengumbul seakan menyambut.


Penutup

gunung krakatau - mendaki gunung anak krakatau - 9

Setelah puas menikmati alam sekitarnya dan berfoto-foto, kami pun kembali ke perahu motor yang kami tumpangi dan kembali ke Pulau Sebesi.

Meski sudah berlayar, gagahnya pulau-pulau berisi gunung berapi di sekitar kami masih terlihat jelas dan seakan mengucap ‘sampai bertemu kembali’ dari kejauhan.

Mendaki Gunung Anak Krakatau tentu saja menyisakan bekas, dan yang paling menarik, mendatangi langsung gunung yang pernah meletus dahsyat pasti meninggalkan kesan.

Semoga bencana yang disebabkannya lekas berhenti dan seluruh korban serta kerugian yang dihasilkannya tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa, lekas ikhlas dan pulih.


ARTIKEL LAINNYA:

  1. Berpetualang 2 Hari 1 Malam di Lampung Selatan
  2. Pulau Sebuku Lampung Selatan: Menjelajahi Pulau Sebuku Besar dan Kecil
  3. Tips Mendaki Gunung Untuk Siapapun
  4. Menanjaki Gunung Ciremai, Jawa Barat
  5. Pendakian ke Gunung Cikuray, Jawa Barat
  6. Pendakian ke Gunung Merbabu, Jawa Tengah
  7. Catatan Pendakian ke Gunung Semeru, Jawa Timur
  8. Pendakian ke Gunung Sumbing, Jawa Tengah
  9. Pendakian ke Gunung Slamet, Jawa Tengah
  10. Pantai Ladeha di Nias Selatan, Sumatera Utara
  11. Wisata Singkat ke Stone Garden, Padalarang, Bandung
  12. A Short Visit to Bira Island, Thousand Islands
  13. A Day Trip Without Digital Tech
  14. Solo Trip to Taman Alam Lumbini, Berastagi, Tanah Karo
  15. [Infographic] 10 Top Travel Hacks
  16. Kunjungan ke Floating Market Lembang
  17. Gereja Katedral Jakarta: Gereja Katolik Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga
  18. Wisata ke Tebing Keraton Bandung
  19. Menjelajahi Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah
  20. Catatan Perjalananku Menjelajahi Nusa Penida, Bali
  21. Gunung Batu Lembang, Jawa Barat
  22. Bira Island, Pulau Seribu
  23. Floating Market, Bandung
  24. Rafflesia Arnoldii, Festival Bumi Rafflesia, Bengkulu
  25. Lesehan Pancur, Curup, Bengkulu: Jamuan Siang Kala Menjelajah Bengkulu
  26. Gunung Papandayan: Sebuah Pendakian yang Cocok Menjadi Weekend Getaway
  27. Menjelajahi Mangrove Forest Nusa Lembongan, Bali
  28. Mengintip Persiapan Menyambut Flower Garden Festival 2018 di Taman Bunga Inaya, Bengkulu
  29. Fort Marlborough: Saksi Sejarah Kekuasaan Inggris di Bumi Rafflesia Bengkulu
  30. Pendakian Gunung Sindoro 3.153 Mdpl via Jalur Kledung, Jawa Tengah
  31. Barleu Coffee Bandung, Minimalis di Remangnya Bandung Malam
  32. Theme Park Hotel Resort World Genting Highlands, Kuala Lumpur
  33. Bunga Bangkai: Konservasi Amorphophallus Titanum di Bengkulu
  34. Hamparan Bunga, Pesawat, dan Indahnya Alam di Danau Mas Harun Bastari, Bengkulu
  35. Menikmati Sedapnya Hidangan Bubbles and Bites, Genting Highlands
  36. Menelusuri Sejarah & Perkembangan Genting Highlands di The Visitors’ Galleria
  37. First World Hotel Genting Highlands, Hotel Terbesar di Dunia Ada di Malaysia
  38. Motorino Pizza Malaysia, Sajian Lengkap ala Italia di Genting Highlands
  39. Awana SkyWay, Gondola Berlantai Kaca di Genting Highlands
  40. Singgah di Pulau Sebesi, Lampung Selatan
  41. Pengalaman Transit di My Studio Hotel City Center Surabaya
  42. Download Ebook: Tips Mendaki Gunung
  43. Menanjaki Gunung Ciremai 3.078 Mdpl, Garut, Jawa Barat
  44. The Food Factory: Sarapan Dengan Segudang Pilihan Makanan Tersaji dalam Buffet-Style
  45. Sebelum Trekking Berjam-jam, Isi Tenaga Dulu di Ikan Bakar Pesona Banyuwangi
  46. 5 Destinasi Alam Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun Ini
  47. Berkunjung dan Mengeksplor Museum Negeri Bengkulu
  48. [Review PegiPegi] Dengan PegiPegi, Bepergian Tak Pernah Semudah Ini!
  49. Ambrogio Patisserie, Tempat Nongkrong Asik di Bandung
  50. Indahnya Pulau Umang-Umang di Lampung Selatan
  51. Lepas Suntuk di Nagisa Bali Bay View Villas yang Super Nyaman

Walter Pinemhttps://www.seniberpikir.com
Walter Pinem is an SEO Expert, currently working as a full-time SEO Manager for a Fintech company. When not dealing with search engines' algorithms, Walter Pinem enjoys going on hikes, traveling, coding, and building websites for his clients.

Download Ebook

Tips Mendaki Gunung

Ebook ini sengaja ditulis paling tidak untuk melengkapi berbagai tips mendaki gunung yang sudah ada, yang sudah pernah tertulis.
Ebook ini sendiri merupakan pengembangan dari artikel yang sudah pernah tertulis, yang bisa kamu temukan di halaman ini.
Nah, kalau kamu tertarik, kamu bisa dapatkan dan baca ebook ini, gratis, dengan menekan tombol di bawah ini 👇

Yuk, Follow 👇

1,177FansLike
73FollowersFollow
1,703FollowersFollow
2,978FollowersFollow
703FollowersFollow
210SubscribersSubscribe

Baca Juga Dong

A Proud Member of:

SPONSOR:

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.