Home Traveling Bunga Bangkai: Konservasi Amorphophallus Titanum di Bengkulu

Bunga Bangkai: Konservasi Amorphophallus Titanum di Bengkulu

Festival Bumi Rafflesia 2017 - #FamtripBengkulu

Bunga Bangkai: Konservasi Amorphophallus Titanum di Bengkulu – Di #FamtripBengkulu setelah mengunjungi Bunga Rafflesia Arnoldii yang mekar menyambut kami, mengisi perut di Lesehan Pancur, menelusuri Taman Bunga Inaya dan Danau Mas Harun Bastari, kami pun langsung diantar menuju Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang KM 54, Bengkulu.

Tujuannya tak lain untuk menyaksikan langsung Bunga Bangkai di Konservasi Amorphophallus Titanum.

Sore itu, meski sudah cukup lelah di perjalanan panjang dari kota masing-masing, kami masih sangat antusias untuk menyaksikan langsung bunga raksasa tersebut.

Baca Juga: Fort Marlborough: Saksi Sejarah Kekuasaan Inggris di Bumi Rafflesia Bengkulu

Taman Konservasi Amorphophallus Titanum ini sendiri merupakan milik seorang warga lokal bernama Bapak Holidin. Beliau juga merupakan penjaga Bunga Bangkai yang kami kunjungi karena kebetulan bunga tersebut tumbuh di atas tanah miliknya.

Bunga Bangkai Konservasi Amorphophallus Titanum Bengkulu - 1 Bunga Bangkai Konservasi Amorphophallus Titanum Bengkulu - 2

Jalanan menurun dari pinggir jalan tak jauh kami tempuh untuk segera mendapatinya. Bentuknya yang ikonik begitu catchy di mataku kala itu.

Sebuah spanduk berisi ajakan untuk melestarikan bunga ini yang bertuliskan “Mari lindungi dan lestarikan Puspa Langka sebagai upaya dalam menjaga lingkungan” menyambut kami dengan hangat.


Tentang Bunga Bangkai – Amorphophallus Titanum

Bunga Bangkai Konservasi Amorphophallus Titanum Bengkulu - 4

Bunga Bangkai (bunga endemik Sumatera) ini bisa merupakan salah satu bunga terbesar di dunia. Keberadaannya pun sangat langka, makanya disebut sebagai ‘Puspa Langka’.

Karena eksistensinya yang unik dan langka, bunga ini secara aktif dilindungi dan dilestarikan, seperti di taman konservasi ini dan banyak tempat lainnya di Bengkulu, begitu juga yang ada di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Bunga Bangkai Konservasi Amorphophallus Titanum Bengkulu - 3

Selain Bunga Bangkai dan Amorphophallus Titanum, bunga jenis ini juga kerap disebut dengan Kibut. Juga selain bentuknya, sisi ikonik dari bunga ini terletak pada baunya.

Bunga Bangkai Konservasi Amorphophallus Titanum Bengkulu - 5Istilah Bunga Bangkai disematkan karena memang bau yang dihasilkannya mirip seperti bau bangkai.

Di sisi lain, serangga sangat mencintai baunya. Saat kami melihatnya langsung, tidak ada bau bangkai yang kami cium, bahkan dari jarak yang begitu dekat sekalipun.

Kami bahkan sengaja mencari-cari bau bangkai yang dimaksud langsung dari sumbernya, tentu saja karena dorongan rasa penasaran yang begitu kuat. Mungkin karena kala itu ia sudah mulai layu.

Bunga yang satu ini bisa mencapai tinggi hingga kurang lebih 3 meter, sangkin besarnya. Bentuknya mirip terompet dan pastinya ikonik.

Yang pasti, dokumentasi mengenainya sudah ada di mana-mana, terutama kala mata pelajaran IPA saat sekolah dulu.

Hanya saja, tidak semua orang bisa menyaksikannya langsung karena umurnya yang pendek.

Kalau kamu pernah mendengar atau melihat Bunga Rafflesia, bentuknya sebetulnya sangat berbeda, meski keduanya kerap ‘tertukar’.

Bunga Bangkai Konservasi Amorphophallus Titanum Bengkulu - 6
Fase Generatif

Selain Bunga Bangkai yang sudah ‘matang’, kami juga bisa menyaksikan bunga ini kala sudah memasuki fase generatif, di mana kelopak yang sudah layu akan menyusut dan tumbuhlah bebijian berwarna merah.

Memakan waktu yang sangat lama bagi biji tersebut untuk tumbuh kembali menjadi Bunga Bangkai yang kita kenal, bahkan bisa mencapai puluhan tahun lamanya.

Jadi, tidak heran, kan, kalau Bunga Bangkai ini disebut sebagai Puspa Langka yang harus kita lestarikan.

Berkunjung ke sini membukakan mata kalau Indonesia selain kaya akan pemandangan alam yang luar biasa indah, destinasi wisata yang menarik, ternyata juga memiliki flora endemik yang pastinya membuat penduduk negara lain iri.

Di konservasi ini juga aku mendapatkan pengetahuan mengenai tumbuhan ikonik yang satu ini.

Selain di Konservasi Amorphophallus Titanum yang kami kunjungi ini, semoga makin banyak Konservasi Puspa Langka lainnya yang dihadirkan agar eksistensinya bisa terus dilestarikan.

Bunga Bangkai Konservasi Amorphophallus Titanum Bengkulu - 15
Peserta Famtrip Bengkulu 2017 – Foto oleh Krishna Gamawan, Alesha Wisata


ARTIKEL LAINNYA:

  1. Tips Mendaki Gunung Untuk Siapapun
  2. Menanjaki Gunung Ciremai, Jawa Barat
  3. Pendakian ke Gunung Cikuray, Jawa Barat
  4. Pendakian ke Gunung Merbabu, Jawa Tengah
  5. Catatan Pendakian ke Gunung Semeru, Jawa Timur
  6. Pendakian ke Gunung Sumbing, Jawa Tengah
  7. Pendakian ke Gunung Slamet, Jawa Tengah
  8. Pantai Ladeha di Nias Selatan, Sumatera Utara
  9. Wisata Singkat ke Stone Garden, Padalarang, Bandung
  10. A Short Visit to Bira Island, Thousand Islands
  11. A Day Trip Without Digital Tech
  12. Solo Trip to Taman Alam Lumbini, Berastagi, Tanah Karo
  13. [Infographic] 10 Top Travel Hacks
  14. Kunjungan ke Floating Market Lembang
  15. Gereja Katedral Jakarta: Gereja Katolik Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga
  16. Wisata ke Tebing Keraton Bandung
  17. Menjelajahi Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah
  18. Catatan Perjalananku Menjelajahi Nusa Penida, Bali
  19. Gunung Batu Lembang, Jawa Barat
  20. Bira Island, Pulau Seribu
  21. Floating Market, Bandung
  22. Rafflesia Arnoldii, Festival Bumi Rafflesia, Bengkulu
  23. Lesehan Pancur, Curup, Bengkulu: Jamuan Siang Kala Menjelajah Bengkulu
  24. Gunung Papandayan: Sebuah Pendakian yang Cocok Menjadi Weekend Getaway
  25. Menjelajahi Mangrove Forest Nusa Lembongan, Bali
  26. Mengintip Persiapan Menyambut Flower Garden Festival 2018 di Taman Bunga Inaya, Bengkulu
  27. Fort Marlborough: Saksi Sejarah Kekuasaan Inggris di Bumi Rafflesia Bengkulu
  28. Ini 7 Rekomendasi Gunung Terbaik Favorit Pendaki di Pulau Jawa
  29. Theme Park Hotel Resort World Genting Highlands, Kuala Lumpur
  30. Famtrip Genting Highlands Kuala Lumpur, Malaysia 2017
  31. Menikmati Sedapnya Hidangan Bubbles and Bites, Genting Highlands
  32. Menelusuri Sejarah & Perkembangan Genting Highlands di The Visitors’ Galleria
  33. The Food Factory: Sarapan Dengan Segudang Pilihan Makanan Tersaji dalam Buffet-Style
  34. Mengeksplor Pameran Budaya Nusantara di SeniKome Peng Heng, Resorts World Genting, Malaysia

Hiking Apparels from @Artpeggio

Walter Pinemhttps://www.seniberpikir.com
Walter Pinem, 'bekas' mahasiswa FISIP. Inilah blogku, cara termudah bagaimana engkau mendeskripsikan diriku. Semoga aku dan tulisan-tulisanku berumur panjang. Apa yang tertulis biarlah tetap tertulis. Enjoy!

Download Ebook

Tips Mendaki Gunung

Ebook ini sengaja ditulis paling tidak untuk melengkapi berbagai tips mendaki gunung yang sudah ada, yang sudah pernah tertulis.
Ebook ini sendiri merupakan pengembangan dari artikel yang sudah pernah tertulis, yang bisa kamu temukan di halaman ini.
Nah, kalau kamu tertarik, kamu bisa dapatkan dan baca ebook ini, gratis, dengan menekan tombol di bawah ini 👇

Loading...

Follow Me 👇🏻

384FansLike
69FollowersFollow
1,595FollowersFollow
1,097FollowersFollow
542FollowersFollow
328SubscribersSubscribe

Lanjut Baca Dong 👇🏻

SPONSOR:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.