Kita Sebagai Penikmat, Bukan Pembuat Fakta Miris yang Harus Diakui

Opini

Kita Sebagai Penikmat Bukan Pembuat – Saya percaya bahwa kualitas SDM di setiap negara berbeda-beda. Saya juga percaya teknologi mampu mengukur perbedaan yang ada di balik kualitas SDM tersebut.

Apa yang ingin saya sampaikan di paragraf ini adalah, bagaimana kita mengukur kualitas manusia di setiap negara berdasar pada teknologi yang dihasilkan oleh negara tersebut. Di tulisan ini, saya akan mencoba menganalisa bagaimana kualitas manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka hasilkan, dan saya mengukurnya melalui teknologi yang diciptakan.

Di era yang serba digital ini, tentunya teknologi yang juga serba canggih menjadi ‘teman’ di setiap aktivitas kita. Teknologi canggih sudah bukan lagi hal yang tabu, bahkan dianggap sudah sangat biasa bagi sebagian besar bangsa di dunia.

Baca Juga: Produksi Lokal, Langkah Dasar Penguatan Perekonomian

Setiap jaman setidaknya dalam periode satu dekade selalu saja ada temuan baru yang sangat mengejutkan, bahkan terkadang di luar nalar. Di jaman-jaman tertentu selalu saja ada barang yang dianggap canggih dan dapat mempengaruhi kehidupan manusia.Di sisi lain, selalu ada sosok jenius di balik penciptaan teknologi canggih tersebut.

Di setiap masa ketika ciptaan seseorang tersebut mulai digantikan oleh ciptaan baru yang lebih canggih lagi, nama orang tersebut perlahan mulai tenggelam di balik pencipta teknologi canggih yang baru dan lebih canggih, begitu seterusnya dari masa ke masa.

Namun, setiap orang yang mampu menciptakan teknologi canggih atau teknologi yang dianggap canggih di jaman tertentu, nama mereka ternyata tidak pernah dilupakan. Sebagaimana James Watt yang mengawali revolusi industri berabad-abad silam dan berpengaruh besar dalam perkembangan industri berdasarkan teknologi, sudah tergolong kuno tapi tidak pernah dilupakan.

Baca Juga: Bagaimana Budaya Mampu Menyelamatkan Negeri Ini?

Atau Charles Babbage yang dianggap sebagai perancang awal penciptaan komputer dengan ilmu matematikanya yang sudah mulai memikirkan konsep komputer bahkan jauh sebelum komputer itu sendiri mulai dikembangkan di masa perang dunia kedua.

Dua manusia Inggris tersebut ternyata mampu membuktikan bahwa bangsanya bisa dianggap sebagai bangsa intelektual, tentunya dalam beberapa alasan. Di masa modern, kita harus tahu siapa penemu internet, basis jaringan komunikasi dan informasi yang saat ini sangat berpengaruh di dunia modern.

Adalah Leonard Kleinrock, seorang ilmuwan asal Amerika Serikat, yang kini dianggap sebagai Bapak Internet karena jasanya dalam penemuan sekaligus pengembangan internet.

Follow: 

Mayoritas teknologi canggih dan serba digital diciptakan oleh manusia-manusia yang ada di Barat sana. Untuk sementara kita harus puas sebagai penikmat bukan pembuat. Namun jangan sekali-sekali kita lupakan ahli komputer Indonesia yang juga punya pengaruh dalam pengembangan teknologi yang saat ini bekerja di luar negeri sana.

Dan juga kelompok-kelompok ahli internet (termasuk hacker), ahli komputer serta sains asal Indonesia yang nasibnya kurang diperhatikan oleh pemerintah kita. Alhasil, kita cuma bisa menyesal karena ternyata orang-orang jenius asal Indonesia tersebut lebih diperhatikan dengan sangat layak di luar negeri sana ketimbang di tanah air sendiri, dan pada akhirnya memilih untuk tinggal di luar negeri sana ketimbang di tanah air tercinta ini.

Kembali ke masalah kualitas manusia, ternyata orang-orang Barat-lah yang telah banyak berpengaruh dalam penciptaan teknologi modern dan banyak berpengaruh dalam kehidupan manusia masa kini jauh melebihi kualitas yang kita punya.

Oleh karena itu ‘untuk sementara’ saya simpulkan bahwa jika kualitas manusia diukur berdasarkan penciptaan teknologi canggih, Indonesia masih kalah jauh ketimbang Amerika dan Eropa serta Korea Selatan, Jepang, India, Cina dan beberapa negara Timur Tengah. Dan ‘untuk sementara’ juga saya simpulkan, kita saat ini lebih ‘berperan’ besar sebagai penikmat bukan pembuat.

Tulisan ini cuma segelintir opini dangkal yang sepihak, bukan secara umum menggambarkan semuanya. Jadi Anda semua juga bisa berpendapat secara bebas menurut pandangan Anda masing-masing. :D#ligabloggerIndonesia

 

Comment Policy in force from July 2013

Please kindly submit your thought below. I do really value your time and opinion about this article. But before submitting any comments, please read the following policies:

Please be aware that all comments are moderated and SPAM will not be published.

Comments must relate to the post topic.

Please use only your real name (not keywords), real email address and website URL on the available forms.

Don't embed URL right inside the comment form, unless your comment will not be approved.

If you are going to spam my inbox, make it worth your while ;)

 

Submit a comment